*”Jawaban Ilmiah atas Artikel “Benarkah Yahudi Berkode DNA Haplogroup G?”*

Artikel yang dipublikasikan di situs klan Ba’alwi berjudul “Benarkah Yahudi Berkode DNA Haplogroup G?” berusaha membantah temuan ilmiah terkait haplogroup G pada sebagian hasil DNA anggota klan tersebut. Namun, dalam artikel tersebut terdapat kesalahan pemahaman mendasar terkait ilmu genetika, khususnya dalam penggunaan haplogroup sebagai alat identifikasi garis keturunan.
Berikut ini adalah penjelasan berbasis ilmiah dan teknologi modern yang membuktikan bahwa haplogroup G bukan merupakan haplogroup dari keturunan Nabi Muhammad SAW dan bahwa klaim nasab klan Ba’alwi tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Berikut artikel yang ditulis oleh klan ba’alwi (kejahatan ilmiah):
https://www.faktakini.info/2023/08/benarkah-yahudi-berkode-dna-haplogroup.html?m=1#gsc.tab=0
*1. Haplogroup dan Nasab: Fakta Ilmiah yang Tak Terbantahkan*
Haplogroup merupakan penanda genetik yang diwariskan secara patrilineal melalui kromosom Y. Beberapa penelitian genetika internasional, termasuk yang dilakukan oleh Dr. Michael Hammer dari University of Arizona, telah mengidentifikasi bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW memiliki haplogroup J1, khususnya subclade J1-P58, yang berhubungan erat dengan garis keturunan Nabi Ibrahim AS.
Dalam kasus klan Ba’alwi, sebagian hasil tes DNA menunjukkan adanya haplogroup G, bukan J1. Hal ini menjadi bukti jelas bahwa individu dengan haplogroup G tidak memiliki hubungan patrilineal dengan Nabi Muhammad SAW. Kode haplogroup G lebih umum ditemukan di wilayah Kaukasus, Asia Tengah, dan sebagian Eropa, dan bukan bagian dari populasi asli bangsa Arab Quraisy.
Penelitian internasional yang mendukung temuan ini antara lain:
- Hammer MF, et al. (2009). Human Y-Chromosome Variation in the Near East Shows Strong Correlation with Language and Geography. University of Arizona.
- Costa MD, et al. (2013). A substantial prehistoric European ancestry amongst Ashkenazi maternal lineages. Nature Communications.
- Nebel A, et al. (2001). High-Resolution Y Chromosome Haplotypes of Israeli and Palestinian Arabs Reveal Strong Genetic Bonds. The American Journal of Human Genetics.
*2. Asal Usul Haplogroup G: Suku Khazar dan Yahudi Ashkenazi*
Haplogroup G diketahui berasal dari wilayah Kaukasus dan ditemukan secara signifikan pada populasi Yahudi Ashkenazi. Yahudi Ashkenazi ini bukan keturunan langsung Nabi Ibrahim AS, melainkan keturunan suku Khazar yang memeluk agama Yahudi pada abad ke-8 Masehi. Dengan demikian, haplogroup G pada Yahudi Ashkenazi tidak berhubungan dengan garis keturunan Semit murni, melainkan merupakan hasil konversi agama dari suku non-Semitik.
Dalam konteks klan Ba’alwi, keberadaan haplogroup G menunjukkan keterkaitan dengan wilayah Kaukasus, bukan dengan keturunan Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, jika artikel klan Ba’alwi menyatakan bahwa haplogroup G bukan haplogroup Yahudi, itu benar dalam konteks Yahudi Semit, namun haplogroup ini jelas ditemukan pada Yahudi Ashkenazi yang merupakan hasil konversi dari suku Khazar.
*3. Manipulasi Data dan Salah Kaprah dalam Artikel*
Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa sebagian besar hasil DNA klan Ba’alwi menunjukkan haplogroup J. Klaim ini tidak memiliki dasar kuat karena situs FamilyTreeDNA yang mereka lampirkan sendiri memperlihatkan adanya kejanggalan, yakni keberadaan haplogroup G yang tidak seharusnya muncul dalam garis keturunan Nabi Muhammad SAW. Mayoritas keturunan Quraisy dan Bani Hasyim memiliki haplogroup J1-P58, bukan G.
*4. Kesalahan Interpretasi Terkait Yahudi dan Haplogroup G*
Penulis artikel mencoba menepis keterkaitan haplogroup G dengan kelompok Yahudi dengan mengutip sumber dari Wikipedia. Faktanya, haplogroup G memang ditemukan pada sebagian kecil komunitas Yahudi, namun itu tidak berarti haplogroup G secara otomatis menandakan keturunan Yahudi. Dalam konteks Ba’alwi, keberadaan haplogroup G justru menjadi anomali yang membantah klaim nasab mereka dari Nabi Muhammad SAW.
*5. Referensi Akademik yang Menguatkan*
Penelitian dari KH Imaduddin Utsman al Bantani dan didukung oleh Prof. Dr. Manachem Ali serta Dr. Sugeng Sugiarto menegaskan bahwa klaim klan Ba’alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW tidak didukung oleh fakta sejarah, filologi, dan genetika. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmiah dengan metode triangulasi yang menggabungkan sumber tertulis, analisis DNA, dan catatan sejarah.
Referensi akademik internasional lainnya meliputi:
- Y-Chromosome Consortium (2002). A Nomenclature System for the Tree of Human Y-Chromosomal Binary Haplogroups. Genome Research.
- Jobling MA, Tyler-Smith C (2003). The human Y chromosome: an evolutionary marker comes of age. Nature Reviews Genetics.
- Behar DM, et al. (2010). The genome-wide structure of the Jewish people. Nature. (Penelitian ini menjelaskan keberadaan haplogroup G pada Yahudi Ashkenazi dari suku Khazar.)
*6. Fakta Tidak Bisa Dibantah dengan Framing*
Artikel dari situs klan Ba’alwi merupakan upaya framing yang tidak berbasis sains. Fakta genetika telah menunjukkan bahwa haplogroup G bukan bagian dari garis keturunan Nabi Muhammad SAW. Klan Ba’alwi dengan hasil DNA haplogroup G tidak memiliki hubungan nasab dengan Nabi dan klaim tersebut telah terbantahkan melalui ilmu pengetahuan modern.
Masyarakat perlu waspada terhadap klaim tanpa dasar dan memahami bahwa nasab bukan ditentukan oleh klaim verbal, tetapi oleh fakta sejarah dan genetika yang dapat diverifikasi.
*Ilmu berbicara dengan data, bukan dengan asumsi dan retorika.*











Users Today : 213
Users Yesterday : 853
This Month : 213
This Year : 213
Total Users : 633281
Views Today : 454
Total views : 1449533
Who's Online : 3