Islam Tegak dengan Ilmu, Bukan Seremoni: Menempatkan Tradisi Haul pada Proporsinya

“Islam tidak akan jaya dengan acara haul di kuburan; Islam tegak dengan ilmu para kiai di pondok pesantren.”
Kalimat tersebut mungkin menimbulkan perdebatan. Namun apabila dipahami secara proporsional, sesungguhnya ia mengandung pesan yang sangat mendasar dalam Islam, yaitu bahwa kebangkitan umat tidak pernah dibangun oleh banyaknya seremoni, tetapi oleh kekuatan ilmu, pendidikan, akhlak, dan dakwah.
Kalimat ini bukan berarti membenci ulama atau melarang mendoakan orang yang telah wafat, melainkan mengingatkan bahwa prioritas utama umat adalah membangun peradaban ilmu.
Islam Pertama Kali Turun dengan Perintah Membaca
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ bukanlah perintah mengadakan peringatan tahunan, melainkan perintah membaca.
“Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq.”
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ayat pertama Islam menunjukkan bahwa kebangkitan umat dimulai dari ilmu pengetahuan.
Bahkan lima ayat pertama Al-Qur’an seluruhnya berbicara tentang membaca, belajar, pena, dan pengajaran.
Ini menunjukkan bahwa fondasi kejayaan Islam adalah ilmu.
Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu
Allah berfirman:
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat ini tidak menyebut bahwa Allah mengangkat suatu kaum karena banyaknya acara seremonial.
Yang Allah muliakan adalah ilmu.
Karena ilmu melahirkan:
- akidah yang benar
- ibadah yang benar
- akhlak yang benar
- peradaban yang maju
Rasulullah ﷺ Menghabiskan Hidupnya Mengajar
Selama 23 tahun dakwah, aktivitas terbesar Rasulullah ﷺ adalah:
- mengajarkan Al-Qur’an
- mendidik sahabat
- membangun generasi
- mengutus guru ke berbagai daerah
Masjid Nabawi bukan hanya tempat shalat.
Masjid Nabawi adalah universitas pertama umat Islam.
Dari sana lahir Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Abbas, Muadz bin Jabal, Abu Hurairah dan ribuan ulama generasi pertama.
Tidak ada riwayat bahwa Rasulullah ﷺ menjadikan peringatan wafat seseorang sebagai instrumen utama membangun masyarakat.
Sebaliknya, beliau lebih banyak mengajarkan ilmu setiap hari.
Seluruh Peradaban Islam Dibangun Oleh Madrasah
Jika melihat sejarah Islam selama 1400 tahun, kejayaan Islam lahir melalui lembaga pendidikan.
Contohnya:
- Madrasah Nizamiyah di Baghdad
- Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko
- Universitas Al-Azhar di Mesir
- Zaitunah di Tunisia
- Ribuan pesantren di Nusantara
Dari lembaga inilah lahir:
- ahli tafsir
- ahli hadis
- fuqaha
- ilmuwan
- dokter
- ahli astronomi
- ahli matematika
Tidak ada satu pun peradaban besar Islam yang dibangun karena banyaknya acara haul.
Yang membangun peradaban adalah pendidikan.
Pondok Pesantren Adalah Benteng Islam Indonesia
Di Indonesia, peran tersebut dimainkan oleh pondok pesantren.
Pesantren telah melahirkan jutaan santri yang menjadi:
- ulama
- guru
- dai
- hakim agama
- pemimpin masyarakat
Pesantren menjaga:
- Al-Qur’an
- Hadis
- Fikih
- Bahasa Arab
- Akhlak
- Tasawuf
Tanpa pesantren, transmisi ilmu Islam akan terputus.
Karena itu, mengatakan bahwa Islam tegak dengan ilmu para kiai di pondok pesantren adalah pernyataan yang memiliki dasar sejarah yang kuat.
Ilmu Adalah Investasi Jangka Panjang
Satu majelis ilmu dapat melahirkan seorang ulama.
Seorang ulama dapat mendidik ribuan murid.
Ribuan murid dapat membangun masyarakat.
Inilah efek berantai ilmu.
Sebaliknya, sebuah acara yang bersifat seremonial, betapapun besar pesertanya, tidak otomatis menghasilkan peningkatan kualitas keilmuan jika tidak diiringi proses pendidikan yang berkelanjutan.
Karena itu Islam sangat menekankan majelis ilmu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Kemunduran Umat Disebabkan Krisis Ilmu
Para sejarawan Islam menjelaskan bahwa kemunduran umat bukan disebabkan kurangnya kegiatan keagamaan semata, tetapi karena:
- rendahnya kualitas pendidikan
- meninggalkan riset
- lemahnya budaya membaca
- hilangnya tradisi ijtihad
- perpecahan politik
- kemunduran sains dan teknologi
Ketika dunia Islam memimpin ilmu pengetahuan pada abad ke-8 hingga ke-13 Masehi, umat Islam menjadi pemimpin peradaban dunia.
Sebaliknya, ketika budaya ilmu melemah, kejayaan pun ikut memudar.
Hal ini memperkuat bahwa kebangkitan umat bergantung pada ilmu, bukan pada banyaknya kegiatan seremonial.
Pesan Moral Kalimat Tersebut
Kalimat:
“Islam tidak akan jaya dengan acara haul di kuburan; Islam tegak dengan ilmu para kiai di pondok pesantren.”
dapat dipahami sebagai sebuah ajakan untuk menentukan skala prioritas.
Artinya, apabila umat memiliki waktu, tenaga, dan biaya yang terbatas, maka investasi terbesar hendaknya diarahkan kepada:
- pendidikan Islam,
- pembangunan pesantren,
- mencetak ulama,
- memperkuat literasi Al-Qur’an,
- menguasai ilmu pengetahuan,
- membangun ekonomi umat,
- memperkuat akhlak generasi muda.
Karena dari sinilah lahir kebangkitan umat yang sesungguhnya.
Penutup
Sejarah Islam membuktikan bahwa kejayaan umat tidak pernah lahir dari simbol-simbol keagamaan semata, tetapi dari kekuatan ilmu yang diwariskan secara sistematis melalui para guru, ulama, dan lembaga pendidikan. Perintah pertama yang turun adalah Iqra’, Allah mengangkat derajat orang-orang berilmu, dan Rasulullah ﷺ membangun generasi sahabat melalui proses pendidikan yang berkesinambungan.
Oleh karena itu, jika kalimat “Islam tidak akan jaya dengan acara haul di kuburan; Islam tegak dengan ilmu para kiai di pondok pesantren” dipahami sebagai penegasan bahwa kebangkitan Islam harus bertumpu pada pendidikan dan penguatan ilmu, maka pesan tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Al-Qur’an dan Sunnah. Ilmu adalah fondasi peradaban, sedangkan seluruh aktivitas keagamaan seharusnya mengarah pada lahirnya masyarakat yang lebih berilmu, lebih bertakwa, dan lebih berakhlak. Tanpa penguatan ilmu, umat akan sulit mencapai kejayaan yang pernah diraih oleh generasi-generasi terbaik Islam.










Users Today : 751
Users Yesterday : 996
This Month : 7142
This Year : 179745
Total Users : 812813
Views Today : 1271
Total views : 1875465
Who's Online : 10