WALISONGO BUKAN DARI YAMAN

WALISONGO BUKAN DARI YAMAN

Terindikasi sempat ada distorsi pengkaburan sejarah dan silsilah leluhur Walisongo oleh Belanda yang dengan sengaja berusaha menghilangkan sejarah Bangsa Indonesia agar bangsa Indonesia kehilangan sejarah bangsanya dan menjadi bangsa yang lemah/mudah dikendalikan bangsa lain (Belanda).

A. Tinjauan manuskrip dan gelar nama para sunan
Fakta sejarah yang ada berdasarkan manuskrip yang ditemukan , menunjukkan bahwa Leluhur Wali Nusantara ada yang berasal dari Maghrib / Maroko dan terindikasi dari banyaknya gelar Maulana Maghribi (bukan gelar Maulana Yamani ataupun Maulana Al Hadhrami) dan ada yang berasal dari Samarkand Uzbekistan Asia Tengah terindikasi dari penggunaan gelar Asmarakandi pada ayah Sunan Ampel , dan penggunaan gelar Makhdum, gelar zuriat Ahlul Bait Nabi yang lazim digunakan di Asia Tengah dan jelas keluarga Walisongo tidak menggunakan gelar Habib, sebagaimana kelaziman gelar yang dipakai keluarga Ba’alawy muasal Yaman.
Contoh Walisongo yang menggunakan gelar Makhdum adalah Sunan Bonang Makhdum Ibrahim dan Syarif Hidayatullah Sunan Makhdum Gunung Jati.
Jalur muasal dari Maroko menurunkan Sunan Giri dan Sunan Kudus yang berdasar data Serat Walisana, dikolaborasikan dengan data Malaka dan Naqib Maroko berjalur turunan kepada kabilah Al Jailani Al Hasani dan sudah mendapat isbat nasab dari Naqib Internasional antara lain dari Maroko, Irak dan Turki.
Sedangkan dari jalur muasal Uzbekistan Asia Tengah sesuai dengan data pihak Keprabon Cirebon bernasab via jalur Al Kazhimi Al Husaini.

B. Tinjauan dari segi peninggalan Masjid
Bentuk atap masjid Demak ,masjid tua di Cirebon dan masjid-masjid lain yang di bangun Semasa Walisongo arsitektur nya terpengaruh oleh Komunitas Masjid Pengikutnya Tarekat Kubrawiyah Al Hamadani di Khasmir dan Asia Tengah ( Leluhur Walisongo bernama Sayyid Jamaluddin Husein Al Kubra murid Shah Hamadan / Sayyid Mir Ali Al Hamadani )

C. Dari Genetik DNA
Hasil test YDNA habib klan ba’alwi memiliki Haplogroup G, dimana Haplogrop G ini merupakan genetic DNA dari suku kaukasus/suku Kazhar/yahudi azkenazi yang bersesuaian genetic DNA dari mumi yuya (seorang penasehat fir’aun yang muminya sempat dibuat penelitian).
Sedangkan hasil Test YDNA keturunan walisongo memiliki hasil haplogroup J1, yang bersesuaian dengan genetic DNA dari Bani Hasyim (orang arab dari suku Quraisy yang merupakan leluhur baginda Nabi s.a.w.) yang juga memilikihasil test YDNA dengan Happlogrop J1.
Dari jalur genetic ini, menunjukkan bahwa walisongo tidak berasal dari negeri Yaman, negerinya para habib klan ba’alawiy.

D. Temuan adanya manipulasi kitab
K.H. Imaduddin Utsman memberikan informasi bahwa Walisongo itu disambungkan kepada Balawi itu baru diciptakan abad 20 Masehi, ditulis Salim bin Jindan dalam kitab Al-Khulasah al-Kafiyah (juz 1 h. 35) dan dalam kitab Tsamaratul Aqlam, Sebelumnya tidak ada, lalu dicetak dalam hamsiy kitab Syamsudzahirah tahun 1984 M. ada sebuah mansukrip Cirebon yang berangka tahun abad 17 M bernama Negarakertabumi yang menyebut silsilah Waliongo sebagai Ba’alwi, tetapi kemudian terbukti oleh pakar filolog bahwa manuskrip itu adalah palsu, dan baru ditulis 1960-an (masa yang sama dengan Salim Jindan).
Bukti juga bahwa catatan silsilah Salim Jindan mengenai Walisongo tidak dapat dijadikan rujukan adalah dtemukannya manuskrip-manuskrip nusantara yang lebih tua yang menyebutkan para walisongo itu adalah keturunan Nabi dari jalur Musa al-kadzim dan Al-jailani. Seperti manuskrip Bangkalan tahun 1624 M, manuskrip Tapal Kuda tahun 1650 M, manuskrip Pamekasan tahun 1700 M. sedangkan silsilah Walisongo menjadi jalur Ba’alwi ini memang baru ditulis oleh Salim bin Jindan antara tahun 1930- 1969 M.”

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *